Selasa, 26 Juli 2016

sholeh bagas

Upaya Remaja dalam Memerangi Budaya Asing

Ilustrasi Budaya Asing (foto: http://teguh212.weblog.esaunggul.ac.id/)
Oleh : HANDINIS
Sebenarnya potensi remaja sangat besar dalam mengembangkan budaya lokal untuk mewarnaigaya hidup para remaja maupun masyarakat pada umumnya,tetapi potensi tersebut tidak akan terwujudkan tanpa adanya suatu usaha dan kesadaran para remaja. Remaja masa kini penentu masa depan, “masa depan bangsa ada ditangan para remaja” argumen tersebut tentunya sering kita dengar ketika berbicara tentang remaja tetapi mengapa hingga saat ini sebagian besar remaja tidakpeduli terhadap budaya lokal serta menganggap budaya lokal sebagai budaya kuno dan terbelakang dan menganggap budaya barat yang terdepan sehingga yang mendominasi kehidupan remaja atau masyarakat pada umumnya adalah budaya barat. Hal tersebut terjadi karena banyak faktor yang memengaruhi di antaranya yaitu, di zaman era globalisasi yang semakin canggih mempermudah dalam mengakses berbagai informasi tidak terkecuali tentang budaya barat,sifat  remaja yang menyukai hal-hal baru membuat mereka meniru kehidupan budaya barat  bahkan dibuat trendy sekalipun itu tidak wajar tetapi mereka merasa bangga dan percaya diri, padahal kalau mereka sadar hal tersebut tentunya sangat  tidak wajar dan tidak sinkron dengan kebiasaan dan keadaan di wilayah kita yang masyarakatnya mayoritas beragama Islam .
Para remaja lebih suka meniru gaya idola mereka seperti halnya meniru gaya hidup artis barat yang sedang ngetrenmisalnya mereka meniru gaya ala Lady Gaga yang serba arrogant dalam setiap penampilannya bahkan ada yang sampai mengorbankan apapun demi memenuhi keinginannya untuk bisa menyamakan dalam setiap penampilannya dengan artis tersebut.Bukan berarti menyukai atau mengidolakan artis-artis barat itu tidak boleh bagi para remaja Indonesia, tetapi kita harus bisa berpikir rasional apa yang harus kita tiru dan apa yang hanya sekedar kita tahu saja karena tidak semua hal mengandung nilai positif ada nilai negatifnya.Maka dari itu kita sebagai remaja sebaiknya bisa mem-filtermana hal yang harus kita utamakan antara keinginan yang harus dipenuhi dan keinginan yang harus kita perangi.Keinginan yang harus kita perangi karena membawa akibat tidak baik bagi masa depan kita. Jika kita tidak memiliki prospekmasa depan yang baik, bagaimana kita bisa membuat masa depan bangsa bisa menjadi lebih baik? Mulailah dari saat ini kita sebagai remaja agar berusaha membenahi diri agar bisa menjadi lebih baik bagi diri kita dan orang lain. Banyak yang bisa dikembangkan dari daerah kita tanpa harus meniru bangsa lain. Misalnya, budaya lokal di Madura sangatlah beraneka ragam setiap desa memiliki kebudayaan yang berbeda-beda.Dalam suatu wilayah itu terdapat beberapa perbedaan adat dan tradisi apalagi jika mencakup wilayah yang luas betapa kayanya akan budaya, lalu mengapa kita masih mengadopsi budaya dari luar toh di daerah kita sangatlah kaya akan budaya, apalagi di sekitar Pulau Jawa yang terkenal dengan kota yang kaya akan budaya,misalnya yang terdapat di wilayah Madura tepatnya di kota Sumenep yang terkenal dengan peninggalan kraton dan berbagai tempat wisata lainnya seperti sehingga banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke daerah tersebut.Dengan itu seharusnya menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita.
Akan tetapi, mengapakita masih kurang percaya diri akan kekayaan budaya di bangsa kita. Seharusnya hal tersebut menjadi pembakar semangat para remaja untuk bisa lebih mengembangkan budaya lokal, apakah kita akan membiarkan kekayaan budayabangsa kita dikendalikan oleh bangsa lain setelah dulu bangsa kita dijajah dan ditindas dengan begitu keji?Tentu tidak bukan?Maka dari itu sekarang kita gunakan kesempatan kita di masa remaja ini untuk bisa berkarya berprestasi dan bahkan nanti akan menorehkan sejarah baru bagi bangsa Indonesia.
Para pahlawan bangsa telah berjuang demi memerdekakan bangsa Indonesia.Mereka rela dan berani mengorbankan jiwa raganya untuk memerdekakan rakyat Indonesia. Itu bukan hal mudah antara hidup dan mati, nyawa yang menjadi taruhan mereka,tetapi  mereka tidak pernah gentar dalam berjuang. Saat ini kita sudah merdeka.Namun, kita masih harus melanjutkanperjuangan para pahlawan. Saat ini yang akan kita perangi bukanlah seperti  para pahlawan terdahulu.Kita harus berjuang bagaimana agar  Indonesia tidak  selalu menjadi terbelakang, salah satunya dengan kita mengembangkan dan meningkatkan kekayaan budaya. Pahlawan terdahulu saja bisa dan berani mengorbankan jiwa raganya,tetapi mengapa kita tidak?Dengan bangsa yang sudah bebas dannegara demokrasi ini tentunya bukan hal yang sulit jika kita bersungguh-sungguh dalam membuat suatu perubahan pada bangsa kita.Membuat suatu perubahan yang besar dibutuhkan proses yang sangat lama dan kesabaran.
Sebenarnya remaja memiliki banyak kesempatan untuk membuat suatu perubahan pemahaman tentang budaya lokal,tetapi karena sudah terpengaruh dan sudah dikendalikan oleh arus globalisasi yang sangat cepat membuat remaja tidak mempedulikan tentang hal itu.Jika kita kaji lebih mendalam banyak yang bisa kita kembangkan dari budaya lokal, karena budaya lokal ini merupakan warisan dari nenek moyang yang hingga saat ini masih ada meskipun sudah mulai mengalami kemunduran akibat perang budaya.
Dalam dunia pendidikan budaya lokal menjadi suatu pelajaran bagi para siswa agar dapat mengetahui bagaimana nenek moyang kita dulu dalam berupaya menciptakan budaya.Banyak hukum dan norma-norma dalam budaya lokal yang dianggap sepele oleh sebagian besar masyarakat modernkarena sanksinya tidakkonkret, bahkanbanyakyang menentang.Hal ini dapat kita lihat ketika sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa semua kebiasaan atau adat yang ada sudah tidak diyakini lagi karena mereka sudah berpedoman terhadap gaya hidup budaya luar. Dalam budaya lokal banyak mengandung unsur kekeluargaan dan rasa kebersamaan satu sama lain.Berbeda dengan masyarakat modern yang cenderung individualis dan enggan bersosialisasi bahkan dengan tengganyapunterkadang tidak mengenal satu sama lain.
Dalam dunia pendidikan kita diajarkan bagaimana agar mencintai budaya daerah kita.Jika kita bisa mengembangkan budaya yang ada di daerah kita dengan maksimal tentunya untuk mengembangkan budaya tingkat nasional itu bukan hal yang sulit.Seperti halnya budaya masyarakat Madura yang meyukai hal-hal yang dianggap ghaib dan sangat mempercayai berbagai ritual yang diwarnai dengan unsur keagamaan, masyarakat Madura yang senang berkelompok dan kompak dalam hal apapun sehingga unsur kekelurgaanya yang masih sangat kental.Hal itu patut kita apresiasi.
Ketika kita masuk dalam dunia pendidikan tentunya berbagai teman yang berbeda suku, bahasa dan budaya ikut berbaur dan bergaul sehingga saling mengetahui berbagai macam kebudayaan yang mereka bawa dan menambah wawasan kita akan budaya yang ada di masing-masing daerah.Semakin banyak teman yang kita kenal dan berasal dari berbagai daerah yang berbeda-beda maka tingkat pengetahuan kita akan budaya lokal yang berada di masing-masing daerah itu semakin banyak, dan tentunya itu merupakan suatu yang sangat berharga bagi kita sebagai generasi bangsa.
Budaya lokal di daerah kita masing-masing memang berbeda tetapi tujuan dan manfaatnya bagi kita itu sama. Sama-sama ingin mendapatkan kebahagiaan dan kenyamanan yang memenuhi kebutuhan hidup sebagaimana sifat alami manusia yang ingin selalu memenuhi keinginannya.Kalau kita perbandingkan dari waktu kewaktu seolah-olah waktu semakin singkat, padahal waktu tidak pernah berubah tetap sehari semalam ada 24 jam, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa waktu saat ini seola-olah berputar semakin cepat tanpa terasa pagi menjadi  siang, siang berubah menjadi sore, sorepun berganti malam hingga pagi pun tiba lagi.Waktu terus  bergulir begitu saja tanpa terasa seolah-olah kita mengejar waktu, sampai bersilaturrahmi kerumah sanak saudarapun tidak ada waktu bahkan waktu bersama keluarga hanya sedikit, padahal sekarang ini segala sesuatu serbainstan tidak perlu terlalu lama menunggu.Alat –alat yang didukung oleh teknologi yang canggih, berbeda dengan dulu.Dulu semua harus melalui proses yang panjang dan harus menunggu dengan waktu yang sangat lama.Alat-alatpun masih sangat tradisional, tetapi masyarakat dulu sering besilaturrahmi kerumah  sanak saudaranya, waktu bersama keluarga terpenuhi dengan cukup.Apakah kita tidak merasa aneh dengan semua itu?     
Sebagai seorang remaja yang berpikir kitis tentunya timbul tanda tanya mengapa terjadi hal yang demikian? Itu karena masyarakat sekarang selalu merasa kurang puas dengan apa yang sudah didapatnya, ketika kita menginginkan sesuatu kita akan berbuat hal yang sedemikian rupa agar kita bisa mendapatkannya,setelah kita mendapatkan apa yang kita inginkan maka timbullah keinginan baru dan seterusnya demikian, sehingga tidak ada waktu untuk bersosilisasi dengan sanak saudara maupun masyarakat.Jadi, waktu seolah-olah semakin singkat karena dikejar oleh berjuta keinginan.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa waktu terasa semakin singkat karena kita sebagai pelakunya yang selalu membuat kesibukan dan solah-olah waktu semakin cepat.
Kita sebagai seorang remaja menyadari bahwa budaya lokal banyak mengandung nilai kekeluargaan dan nilai luhur yang sangat dijunjung tinggi. Di era kontemporer ini nilai dan norma kurang begitu dipedulikan karena yang selalu dikedepankan hanyalah hal-hal yang sifatnya sementara dan tidak jelas apa manfaatnya bagi kehidupan kita, sehingga berbagai fenomena yang dulunya aneh dan dianggap mustahil sekarang sudah dianggap biasa karena terlalu sering terjadi.
Rasa rasionalisme tidak seratus persen dimiliki oleh sebagian besar penduduk diwilayah kita bukan hanya para remaja termasuk yang menjadi objek adalah mereka yang seharusnya menjadi contoh bagi kita.Alangkah baiknya jika mereka turut mendukungsemangat para remaja. Mungkin dengan begitu, semangat kami akan bertambah karena kami akan merasa mampu jika mereka percaya akan kemampuan kami.
Indikator kesuksesan remaja bukan karena pintar lalu dikirim keluar negeri dan bekerja disana dengan bayaran yang sangat tinggi,tetapi remaja dikatakan sukses jika remaja bisa menciptakan suatu perubahan di Negara sendiri dan meningkatkan SDA maupun SDM yang ada dengan mengunakan pengetahuan yang dimiliki.