Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Mei 2017

Info Madura

Peningkatan SDM Karyawan melalui Diklat Manajemen Funding dan Lending di Koperasi Syariah Nuri Jawa Timur

INFOMADURA.COM | PAMEKASAN : Sumber Daya Manusia (SDM) Karyawan menjadi perhatian khusus bagi Koperasi Syariah Nuri Jawa Timur (KSN JATIM), termasuk pengembangan pengetahuan karyawan tentang funding dan lending yang merupakan bentuk produk koperasi simpan pinjam.
Upgrading pengetahuan tentang funding-lending yang dikemas dengan pendidikan dan pelatihan (diklat) dilaksanakan pada hari Selasa (9/5) di Gedung Peragaan Busana Lantai II SMKN 3 Pamekasan yang  beralamat di jalan kabupaten Pamekasan dengan menghadirkan ketua pengurus Koperasi Syariah Nuri Achmad Mukhlisin sebagai pemateri.
Mengingat pentingnya peningkatan SDM karyawan tentang funding dan lending di koperasi yang dinobatkan sebagai koperasi berprestasi tingkat nasional pada tahun buku 2016 lalu, maka koperasi ini terus melakukan peningkatan-peningkatan dengan menggelar diklat dengan tema Manajemen Funding dan Lending yang diikuti oleh semua karyawan manajerial, semua manajer cabang dan marketting Koperasi Syariah Nuri Jawa Timur.
Kegiatan yang berlangsung selama 5 jam tersebut dilakukan sebagai upaya pengurus untuk terus meningkatkan SDM para karyawannya sehingga kegiatan usaha dan produk di KSN JATIM terus meningkat dan menjadi koperasi yang unggul dan kompetitif serta menjadi pilar pembangunan ekonoomi ummat
“Kegiatan diklat ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan SDM karyawan sehingga koperasi kami menjadi koperasi yang unggul dan menjadi pilar pembangunan ekonomi ummat”. Ungkap Sekretaris Koperasi Syariah Nuri Jawa Timur Abdul Wafi Jamal yang sekaligus penanggung jawab acara. (AB)

Selasa, 04 April 2017

Info Madura

Lagi, KSN JATIM Buka Cabang Baru di Pasongsongan

INFOMADURA.com | Sumenep: Koperasi Syariah Nuri Jawa Timur (KSN JATIM) terus membuka cabang untuk memperkuat perekonomian berbasis syariah. Kali ini KSN JATIM membuka kantor cabang baru di kecamatan Pasongsongan, Sumenep.

Sosialisasi pembukaan kantor baru ini dihadiri oleh Wakil Bupati Pamekasan yang juga pengawas KSN, Kholil Asya'ari, Ketua KSN JATIM Achmad Mukhlisin dan warga setempat.

Mukhlisin mengatakan, KSN JATIM sudah membuka beberapa cabang baru sebelum di Pasongsongan, tidak hanya di Madura tapi cabang KSN sudah berdiri di Jember Jawa Timur.

"Ini merupakan cabang yang ke delapan belas, kami juga sudah sosialisasi di wilayah Gili Raja," kata Mukhlisin saat sosialisasi di Kantor KSN Jatim, Pasongsongan, Senin (4/4/2017).

KSN, sambung mantan anggota KPUD Pamekasan ini, merupakan milik anggota bukan milik perorangan atau kelompok. Untuk menjadi anggota, kata dia, harus membayar simpanan pokok sebesar lima puluh ribu rupiah. Uang itu dapat ditarik kembali jika mau berhenti menjadi anggota.


"KSN milik anggota, siapa saja berhak menjadi anggota, tapi anggota harus patuh dengan  ketentuan yang berlaku untuk Nuri," kata Mukhlisin.

Baca Juga : 

Mantap.!!! Untuk Mendongkrak Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Kecil dan Menengah, KSN JATIM Lakukan Sosialisasi Pendirian Dua Cabang Baru

Hebat..!!! KSN JATIM Miliki Satu Pengawas di Setiap Kantor Cabang


Sementara Khalil Asyari meminta kepada semua ulama agar aktif mengawasi KSN, supaya transaksi yang dilakukan tetap berdasarkan syariah.

Khalil menegaskan, KSN terus berkomitmen transaksi tetap sesuai syariah dengan tujuan membangun peradaban ekonomi ummat berbasis syariah.

"Koperasi ini masih  membutuhkan perhatian dari para tokoh, ulama, supaya transaksi yang diterapkan sesuai dengan syariah," tegasnya

Pewarta : Slamet Riadi
Editor : Ahmad Bakir

Senin, 03 April 2017

Info Madura

Mantap.!!! Untuk Mendongkrak Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Kecil dan Menengah, KSN JATIM Lakukan Sosialisasi Pendirian Dua Cabang Baru

INFOMADURA.com | Sumenep: Koperasi Syariah Nuri Jawa Timur kembali menunjukkan kometmennya dalam membangunan peradaban ekonomi ummat berbasis syariah terutama di daerah-daerah yang jauh dari lembaga keuangan syariah.
Setelah bulan Maret lalu membuka dua cabang pulau berbeda yaitu kantor cabang Kadur Pamekasan Madura dan Kantor cabang Bangsalsari Jember, kini KSN JATIM kembali melakukan sosialisasi di dua daerah di Sumenep yaitu di Pulau Gili Rajeh Sumenep, Sabtu (1/4) dan di Pasongsongan Sumenep, Senin (3/4).
Pelaksanaan sosialisasi tersebut sebagai bentuk penyaluran informasi kepada masyarakat sekitar yang sebentar lagi akan didirikan kantor cabang baru di dua daerah berbeda tersebut.
Ketua KSN JATIM Achmad Mukhlisin menuturkan bahwa pihaknya akan akan terus melakukan upaya-upaya untuk menjadikan KSN JATIM berkembang dan tersebar luas khususnya di seluruh daerah Jawa Timur dan di Indonesia pada umumnya sehingga KSN JATIM menjadi lembaga keuangan syariah yang menjadi pilihan masyarakat.
Tentunya, kata dia, untuk menjadi lembaga keuangan syariah yang dapat menjadi pilihan masyarakat, kami terus akan memberikan pelayanan prima dan maksimal kepada seluruh anggota.
Ditemui di lain kesempatan, Sekretaris Koperasi Syariah Nuri Jawa Timur Abdul Wafi Jamal menegaskan bahwa berkembangnya KSN JATIM sehingga bisa menjadi seperti saat ini karena dukungan anggota dan calon anggota.

Jumat, 10 Maret 2017

Info Madura

Hebat..!!! KSN JATIM Miliki Satu Pengawas di Setiap Kantor Cabang

Infomadura.com |Pamekasan: Dalam rangka meningkatkan kinerja dan produktivitas Koperasi Syariah Nuri Jawa Timur, dewan syar'ie KSN JATIM melantik 14 pengawas, Jum'at (10/3) yang rencananya akan ditempatkan di kantor cabang KSN JATIM yang saat ini sudah memiliki 16 kantor cabang.

Rekrutmen pengawas tersebut merupakan hasil keputusan rapat koordinasi pengurus dan pengawas KSN JATIM beberapa tempo lalu.

Turut hadir dalam pelantikan yang dilanjutkan dengan bimbingan teknis tersebut dewan syar'ie, Pengurus, pengawas dan karyawan manajerial pusat koperasi syariah Nuri Jawa Timur

Khalil Asyari  selaku ketua pengawas KSN JATIM dalam sambutannya mengatakan bahwa lembaga keuangan yang diawasinya semakin hari semakin mendapatkan respon positif dari masyarakat / anggota sehingga perlu melakukan peningkatan-peningkatan. Salah satunya dengan memperkuat pengawasan dari semua sektor.

"Semakin hari KSN JATIM semakin mendapatkan kepercayaan dan respon positif dari masyarakat / anggota sehingga kita harus bisa melakukan peningkatan yg salah satunya dengan melakukan pengawasan secara baik".

Setelah berikrar bersama, tambahnya, kita benar-benar bisa menjalankan tugas kita. Kata pria yang juga sebagai ketua persatuan alumni darul ulum banyuanyar ini

Dalam melakukan pengawasan, Khalil, sapaan akrabnya, memberikan pesan kepada semua pengawas cabang yang dilantik di aula banyuanyar untuk tetap berhati-hati dan waspada dalam menjaga eksistensi dan stabilitas koperasi. Menurutnya, jika tidak maka sangat dimungkinkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Di sisi lain, pengawas cabang diminta untuk melakukan tugas dan pengawasan dengan baik sehingga kedepannya KSN JATIM menjadi lebih baik.

Sementara itu, dewan syar'ie KSN JATIM KH. Hasbullah Muhammad dalam sambutannya mengatakan bahwa Koperasi Syariah Nuri harus benar-benar bisa menggerakkan ekonomi ummat dan dapat membantu pembangunan pemerintah di Indonesia. (BK)

Kamis, 02 Maret 2017

sholeh bagas

Liat..!!! Antara Raja Salman dan Jokowi

Foto diambil dari,  www.indowarta.com
Oleh: Bagas Si Sholeh
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz telah tiba di Indonesia Rabu 01 Maret 2017 kemaren. Serangkaian kegiatan dilaksanakan serta beberapa jadwal selanjutnya yang akan dilaksanakan dalam beberapa hari ini di Indonesia. Sedangkan kegiatan di hari keduanya berada di Indonesia, Kamis (2/3/2017) hari ini, diantaranya dari Pukul 13.00 WIB, Raja Salman dan delegasi akan berkunjung ke Kompleks Parlemen, Senayan beliau akan berpidato di hadapan seluruh anggota MPR, DPR, DPD dan tamu undangan yang hadir.

Harapan saya beliau lancar dalam membuka pidatonya (Moqaddimah) dalam berbahasa Arab,  tidak seperti pejabat saya yang satu ini. "Bismillahirrohmanirrohim. Assalamualaikum warohmatulloh wa wabarokatuh. Alhamdulillah, alhamdulillah wa syukurillah, la kalawakalakata ila bililah," Demikian Presiden Jokowi memulai sambutannya di Islamic Center Kota Ambon, Maluku, Jumat (24/02/2017). Pembukaan pidato itu menuai sorotan karena jika didengar seksama, pelafalan la kalawakalakata ila bililah terdengar asing. Mungkin yang dimaksud adalah la haula wa la quwwata illa billah, yang memiliki arti 'tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah'. Atau itu merupakan bahasa lain yang artinya hanya Bapak Jokowi yang tau?.  Bisa jadi. Semoga Raja Salaman menggunakan Bahasa yang orang lain dapat mengerti baik langsung maupun diterjemahkan.

Orang nomor satu di Arab Saudi itu dijadwalkan juga akan berkunjung ke pulau Dewata Bali. Entah apa yang menjadi pilihan Raja Salman Ke pulau itu,  yang pasti bagi saya Madura lebih cocok dan tepat untuk dikunjungi Raja Salman dan Rombongannya. Jangan tanya kenapa Madura lebih cocok untuk di kunjungi,  karena pembahasannya sangat panjang. Presiden kita Jokowi pun ke Madura kemaren tidak menyentuh semua kabupaten di Madura. Padahal jika beliau mau,  saya yakin beliau akan perpanjang kunjungannya demi menikamati Pulau Garam ini. Dan itu mungkin kenapa Raja Salman tidak ke Madura,  karena beliau akan memperpanjang waktukunjungan berkisar dua atau tiga minggu lagi.

Kedatangan Raja Salman ke Indoneaia memang bukan main-main, rombongan yang mendampingi beliupun berkisaran 1.500 orang. Namun jangan khawatir karena sebagian fasilitas ada yang membawanya sendiri dari Arab Saudi, seperti Tangga, Mobil Raja Salman dan lain-lain. Kerajaan Arab Saudi pun datang tidak dengan tangan kosong, beliau menanamkan Investasi terhadap Indonesia yang sangat besar jumlahnya. Beda dengan ketika Pemerintahan Indonesia melakukan kunjungan ke luar negeri. Jangankan jumlah hingga 1.500 orang, Presiden pun mendapat serangan dari netizen dianggap hambur-hampur Uang. Padahal menurut saya Kunjungan seperti ini sangat penting. mungkin netizen itu berfikir "ngapain kunjungan? Wong utangnya masih banyak". Kalau betul demikian, ya No komen.

Senin, 27 Februari 2017

Info Madura

KSN JATIM Akan Buka Dua Cabang Baru di Pulau Berbeda Maret Mendatang



Koperasi Syariah Nuri Jawa Timur (KSN JATIM) akan membuka dua kantor cabang di dua pulau berbeda. Cabang Kadur yang terletak di Jl. Raya Pasar Duko Kecamatan Larangan Pamekasan direncanakan dibuka awal bulan maret mendatang. Selanjutnya disusul kantor cabang Jember yang beralamat di Bangsalsari Jember.
“Untuk membangun peradaban ekonomi ummat berbasis syariah, maka kami akan membuka dua cabang di dua pulau berbeda pada bulan maret mendatang yaitu kantor cabang Kadur Pamekasan Madura dan kantor cabang Jember Jawa Timur”. Tutur Sekretaris Pengurus KSN JATIM, Abdul Wafi Jamal saat ditemui di kantornya, Senin (27/02).
Dia mengemukakan, pihaknya sudah melakukan survie lokasi awal untuk pembukaan cabang di dua lokasi tersebut dan sudah melakukan pembicaraan dengan para tokoh di sekitar dua kantor cabang yang akan beroperasi awal maret tersebut.
Tentunya, kata dia, pembukaan kantor cabang tersebut harus dilakukan persiapan yang sangat matang, persiapan mulai dari gedung dan bahkan peralatan sudah 98 persen.
“Persiapan sudah matang, minggu pertama di bulan Maret mendatang sudah harus beroperasi. Gedung dan alat-alat yang akan dipergunakan sudah 98 persen siap”. Tutur pria yang pernah menjadi manajer KSN JATIM cabang Waru ini.
Sementara itu, Ketua Pengurus KSN JATIM, Achmad Mukhlisin berharap dengan dibangunnya cabang baru tersebut dapat mendongkrak ekonomi masyarakat sekitar lokasi kantor cabang.
“Harapan, pembukaan dua kantor cabang baru tersebut bisa memberikan respon positif pada masyarakat sekitar untuk membangun ekonomi mereka menjadi lebih baik”.  Tuturnya melalui akun media sosialnya.
“Kami juga berharap, di daerah lainnya segera menyusul”. Pungkasnya. (BK)

Selasa, 17 Januari 2017

sholeh bagas

Hadir Untuk Anda (Siswa SMA/MA dan SMK), Olimpiade Akuntansi Se-Madura. Yuuuk ikutan...!!!

Hallo seluruh siswa-siswi SMA/MA dan SMK se-Madura. Kalian suka hitung-hitungan? suka dengan sesuatu yg berhubungan dengan ekonomi? Atau bahkan berangan-angan untuk jadi seorang akuntan? Yaaaa Kami punya solusinya. 

Yukk ikutan kompetisi paling the best, paling seru dan paling mengesankan di Universitas Madura (UNIRA) dalam acara Olimpiade Akuntansi Se-Madura.  Acara ini tiap tahun loh,  dan untuk tahun 2017 akan dilaksanakan pada tanggal 04-05 Februari.  Ayoook jangan sampai ketinggalan. 

Asahlah kecerdasan kalian, buktikan bahwa kalian mampu untuk bersaing dan yakin akan menjadi sang juara. Hanya dengan kontribusi pendaftaran sebesar Rp.50.000/orang kalian akan mendapatkan fasilitas seperti Sertifikat, Block Note, Pin, Stiker, Snack & Soft Drink + Konsumsi+pengalaman+ilmu+senyum panitia dan banyak lagi lainnya. 

Ayooo berkompetisi dan dapatkan hadiah utama Piala Bergilir Rektor Universitas Madura, trophi Bupati Pamekasan serta Uang Pembinaan. 

Caranya daftarkan diri anda di kampus kami Universitas Madura tepatnya di Gedung C Fakultas Ekonomi Jl. Raya Panglegur KM 3.5 Pamekasan atau bisa melalui email kami di himaakuntansi@gmail.com dan untuk pembayarannya melalui rekening kami di 0061-01-056386-50-9. Pendaftaran dbuka mulai tanggal 14 Desember sampai 04 Februari 2017 dari pukul 08.00-16.00 WIB. Tehnical Meeting tanggal 31 januari 2017, hari pelaksanaan olimpiade akuntansi tgl 4 dan 5 februari 2017. 

Buruaaaannn daftarkan diri anda ........!!!

Selasa, 06 September 2016

Info Madura

Nenek Miskin Sebatang Kara Tinggal dalam Gubuk Bambu

Pamekasan | Infomadura : Benar-benar malang nasib nenek Maati (60 tahun), warga dusun Blingih, desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan Kabuaten Pamekasan. Ia hidup sebatang kara di gubuk kecil dengan dinding anyaman bambu.
Nenek ini harus menjalani hidup sehari-hari sendirian lantaran tidak memiliki keturunan. Sesekali tetangga sekitar datang untuk melihat kondisi kesehatannya dan memberikan sekedar makanan untuknya.
Untungnya, meski nenek ini harus sendirian ia masih mampu mengerjakan semua pekerjaan rumah mulai dari memasak, mencuci dan membersihkan gubuknya.
Miris sekali kondisinya, nenek ini harus menjalani hidup dalam garis kemiskinan. Setiap malam harus melawan udara dingin yang selalu membuatnya sakit-sakitan.
Saat dihubungi infomadura.com (06/09), Muhidi, warga Desa Palengaan Laok yang tidak lain adalah ponaan nenek ini berharap ada pihak yang bisa membantunya untuk merenovasi tempat tinggalnya. Karena rumah yang ditempati nenek ini sudah sangat tidak layak yang dapat mengancam jiwanya apabila hujan deras dan angin kencang.
"Adil dan makmur belum dirasakan oleh bibi, saudara dari ayah saya. Sampai saat ini belum ada pihak yang peduli untuk merenovasi tempat tinggalnya. Jika ada yang peduli dan siap, monggo hubungi saya". Jelas pria yang juga aktif sebagai guru ini sambil memberikan nomor Handphonenya dengan nomor 087750769623.
Sangat diharapkan, tambahnya, pihak pemerintah juga bisa mengecek secara langsung.

Kamis, 21 Juli 2016

Info Madura

WARGA PERBAIKI JALAN DARI HASIL SWADAYA


(Foto Sakur)
Infomadura-Pamekasan: Masyarakat kompak perbaiki jalan desa dari swadaya masyarakat. Hal itu berawal dari kondisi infrasturktur jalan desa di daerah dusun nagasari desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan Pamekasan yang banyak berlubang, warga dusun nagasari akhirnya mengambil langkah swadaya untuk melakukan perawatan Jalan Desa yang rusak di sepanjang jalan 600 M hingga 1 KM. Dalam perawatan itu dilakukan peninggian jalan dengan menggunakan swadaya masyarakat untuk membeli batu gunung sebanyak 2 Truck yang digunakan sebagai peninggi badan jalan agar tidak tergenang air di musim penghujan. Selain itu, masyarakat juga menggunakan batu yang mereka beli untuk membuat pondasi bangunan rumah sebagai sumbangan untuk memperbaiki jalan.
Perawatan jalan ini dilakukan pada hari Rabu (20/7) dan diperkiraan akan terus dikerjakan hingga 2 sampai 3 hari kedepan. Masyarakat sekitar untuk melakukan perawatan jalan tersebut terlihat kekompakannya, mereka ikut serta mulai dari pria dan hingga wanita. Langkah yang diambil warga ini terkait kurang memadainya infrastuktur jalan yang ada, apalagi dimusim penghujan dimana kondisi jalan akan semakin cepat rusak oleh arus air yang mengalir di badan jalan. Hal ini disebabkan karena tidak mungkin lagi melakukan perbaikan saluran air dimana konidisi badan jalan yang terlalu rendah sehingga air cenderung mengalir di badan jalan. 
Warga desa berharap pemerintah daerah tanggap untuk segera melakukan perbaikan jalan yang rusak. Diungkapkan oleh salah satu warga Desa Palengaan Laok yang tidak mau disebutkan namanya tersebut mengungkapkan "Sebagai bentuk tanggung jawab dari kami, dengan warga sekitar jalan yang rusak kami sepakat untuk merawat dan ikut membangun infrastruktur. Tetapi kemampuan masyarakat dengan swadaya sangat terbatas dan oleh karena itu pemerintah seharusnya mendukung dengan kemampuan anggaran untuk segera melakukan perbaikan Jalan yang sudah Rusak". Jelasnya pada infomadura.com. (SK/SB)

Minggu, 05 Juni 2016

sholeh bagas

Generasi Muda dan Kearifan dalam Pelestarian Kesenian Batik di Pamekasan

Salah satu Batik Pamekasa (foto : Bagas/www,infomadura.com)

Oleh. Millah Nur Anisah
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, perlu disadari tidak selalu memberikan dampak positif bagi proses kemandirian dan sikap menghargai hasil produktifitas dalam negeri. Bahkan tidak jarang, karena kemajuan tersebut, generasi muda kita seolah kehilangan semangat dalam mempertahankan nilai-nilai budaya lokal yang sudah tertanam sejak dahulu kala. Hal ini bisa disebabkan oleh romantisme budaya yang semakin berkembang pesat akibat tergerus oleh implikasi globalisasi yang syarat dengan kebebasan dan kemewahan.[1]
Masalah ini pada gilirannya akan berdampak pada sikap apatis dan budaya malas generasi muda untuk mengembangkan kearifan lokal di tengah gempuran budaya global. Sikap apatis dan budaya malas ini bisa saja dapat menghambat regenerasi yang memiliki prospek cerah dan yang dapat diandalkan untuk membangun bangsa ini agar terlepas dari problem kebangsaan yang semakin akut. Tentu saja bangsa ini tidak menghendaki generasi penerusnya hanya malas-malasan dan tidak peduli dengan tugas dan tanggung jawabnya di masa depan.
Situasi seperti ini tentu sangat memprihatikan bagi masa depan generasi muda yang menjadi agen perubahan bagi kemajuan bangsa. Generasi masa kini seolah tidak peduli dengan kearifan lokal yang berkembang dan menjadi bagian dari identitas daerahnya. Menurunnya rasa kecintaan dan kebanggaan terhadap keberadaan kesenian lokal menjadi permasalahan yang sangat krusial bagi tegaknya nilai-nilai luhur yang tertanam sejak dulu. Pada saat bersamaan, dekadensi moral generasi muda semakin tidak terbendung akibat merebaknya tontonan internet yang kurang mendidik bagi perubahan pola hidup dan perilaku setiap harinya.
Permasalahan yang mewarnai kehidupan generasi muda di tengah kemajuan modernitas dan globalisasi, tidak bisa dibiarkan begitu saja. Ini karena, generasi muda adalah penerus masa depan bangsa yang akan menggantikan generasi tua demi kemajuan di berbagai bidang kehidupan. Situasi seperti ini, membuat generasi muda harus mampu memahami kearifan budaya yang berkembang di daerahnya demi mempertahankan nilai-nilai keluhuran bangsa. Kurangnya kesadaran untuk memahami budayanya sendiri, tentu akan berdampak besar pada hilangnya identitas dan jati diri sebagai bangsa yang majemuk.
Sebuah bangsa akan maju apabila generasi mudanya memiliki kualitas diri yang unggul dan semangat yang berlipat ganda dalam melestarian kesenian dan kebudayaan lokal yang dilandasi oleh keimanan dan akhlak mulia. Namun, saat ini saya bisa mencermati betapa lemahnya peran serta generasi muda dalam melestarikan kesenian dan budaya yang menjadi bagian penting dari identitas kebangsaan. Generasi muda cenderung lebih suka mengikuti kesenian modern yang kebarat-baratan ketimbang membanggakan kesenian lokal yang sudah mendunia. Padahal, kesenian lokal memiliki nilai yang sangat tinggi untuk memajukan bangsa dan mempertahankan diri sebagai bangsa yang menghargai nilai-nilai luhur dan kearifan lokal. Dari kesenian atau kebudayaan lokal harus berani menentang dan menggugat keserakahan budaya global yang mencoba meracuni nilai-nilai kearifan lokal.[2]
Di sini, saya ingin mengangkat sebuah kesenian lokal di kabupaten Pamekasan yang mulai tergerus dan terabaikan oleh generasi muda sebagai penerus bangsa. Kesenian batik adalah salah satu warisan budaya bangsa yang sudah diakui dunia sebagai warisan budaya dunia. Sebagai salah satu kesenian yang berkembang di Pamekasan, batik memiliki ciri khas dari masing-masing daerah, baik berkaitan dengan motif dan gaya membatiknya.
Meskipun batik sudah menjadi warisan budaya dunia, namun kenyataan di lapangan, banyak dari generasi muda cenderung apatis dengan kearifan lokal yang berkembang di daerahnya. Generasi muda lebih suka memakai pakaian produk luar negeri daripada memakai batik sebagai pakaian tradisional yang sudah mendunia. Generasi muda lebih memilih pakaian yang modis dan sesuai dengan pakaian idolanya di negara-negara barat. Fenomena ini tidak bisa kita pungkiri, karena kemajuan zaman seolah menggiring generasi muda untuk mengikuti trend atau gaya hidup yang lebih modern.
Banyak dari sebagian generasi muda yang menganggap bahwa pakaian batik terlalu kuno dan tidak mengikuti perkembangan fashion di berbagai negara, bahkan dianggap sebagai pakaian kaum tua. Padahal, sesungguhnya batik memiliki motif yang bisa mewakili ciri khas anak muda dengan berbagai ornamen lukisan yang sangat indah. Namun, keindahan batik dengan berbagai ornamennya kurang menarik minat generasi muda untuk menjadikan batik sebagai pakaian idaman dalam kehidupan sehari-hari.

Pengetahuan tentang Kesenian Batik: Cermin Kearifan Lokal
Batik adalah salah satu kekayaan budaya yang menjadi suatu corak hidup dari suatu lingkungan masyarakat yang tumbuh dan berkembang sebagai identitas lokal yang sangat penting.[3] Di sini, saya berupaya memberikan sedikit pengetahuan tentang nilai filosofis dari kesenian batik yang sudah menjadi bagian penting dari kebudayaan bangsa. Sebagai generasi muda, kita bisa membaca secara detail terkait dengan nilai filosofis dari kesenian batik yang mulai tergerus oleh kamajuan zaman dan kebudayaan asing yang berkeliaran secara bebas. Jika kita telisik secara seksama, ternyata dibalik kesenian batik ada makna tersirat yang mengandung unsur-unsur keindahan dalam meracik dan melukis hiasan batik dengan titik.
Pengetahuan tentang kesenian batik bagi generasi muda tentu saja menjadi sangat penting, karena aset terpenting dari bangsa ini adalah generasi muda itu sendiri. Batik sendiri berasal dari kata “ambatik”, yang bisa diartikan sebagai kain dengan noktah kecil. Istilah batik mengandung makna “menghamba pada titik” yang diwarnai dengan nilai-nilai kearifan dalam konteks tradisi dan budaya di berbagai daerah.
Batik berasal dari kata “ambatik”, yang berarti kain dengan noktah kecil. Kata batik juga mengusung makna menghamba pada titik yang dihiasi nilai-nilai kearifan dalam konteks tradisi dan budaya. Ada nilai yang terkandung dalam hiasan dan lukisan batik yang berornamenkan pernak-pernik menarik sesuai dengan motif dan gaya yang berkembang pesat di Indonesia, semisal motif batik Pekalongan punya ciri khas tertentu maupun motif batik Pamekasan. Bahkan menurut data yang tercatat di Deperindag, motif batik itu ada yang dibuat 1802, seperti motif pohon kecil berupa bahan baju.
Di balik kesenian batik yang memberikan keragaman dalam hiasan, di situ terdapat unsur-unsur keterampilan yang cukup rumit berkaitan dengan proses pembuatannya yang membutuhkan kecermatan dan kesabaran tingkat tinggi. Bagi generasi muda yang mau belajar membatik, unsur-unsur ketelitian dan kemampuan dalam mengolah bahan dan hiasan menjadi sangat penting. Jika unsur-unsur tadi terabaikan, maka hasil dari pembuatan batik pun akan jauh dari kata memuaskan.
Harus diakui bahwa menjadi penerus dari generasi pembatik memang sangat sulit, karena harus paham akan konsep dan filosofi dibalik pembuatan kain batik. Bagi generasi muda yang tertarik dengan kesenian batik, Anda harus dalam situasi tenang dan sunyi saat membatik, bahkan beberapa pembatik harus berpuasa sebelum membatik.
Dalam perspektif budaya, batik itu mengandung nilai filosofis yang sangat tinggi, baik dari sisi motif, cara pembuatan, sampai pada lamanya proses pembuatan selembar kain batik. Batik merupakan simbol doa dan harapan bagi pemakainnya dan juga mencerminkan hasil jerih payah dan kesabaran pembuatnya. Bagi mereka yang sabar, maka batik yang hasilkan pun akan menawarkan motif dan gaya yang sanga fantastis.
Di zaman modern sekarang ini, pengetahuan generasi muda tentang kesenian batik seharusnya mulai ditanamkan secara berkelanjutan. Ini karena, terdapat kedahsayatan luar biasa yang terdapat dalam bingkai batik yang telah mendunia ini. Kedahsyatan itu, saya sebut dengan “the magnificent of batik”, yang memiliki keragaman hiasan dengan ornamen-ornamen dalam bingkai batik itu sendiri. Saya memahami bahwa “the magnificent of batik” menunjukkan arti betapa dahsyatnya warisan budaya intangible yang kita miliki.
Batik adalah mengandung nilai kearifan lokal (local wisdom) yang telah diakui menjadi warisan budaya Indonesia. Warisan budaya yang tersirat dalam selembar kain batik semakin memberikan bukti akan tingginya peradaban yang telah kita capai sejak dulu. Dari proses pembuatan batik pun yang bertahap menuju selembar cita yang menakjubkan, bisa dimaknai sebagai filosofi manusia dalam upaya meningkatkan derajat spiritualitasnya sehingga menjadi manusia “hamemayu hayuning bawana”, sebuah nilai universal yang mesti dijunjung tinggi oleh setiap umat manusia.
Tidak heran bila dalam dimensi spiritualitas, batik mengandung unsur-unsur  reflektif dan dinamis guna menumbuhkan semangat keagamaan masyarakat lokal agar tetap mempertahankan tradisi dan budaya mereka secara berkelanjutan. Maka, “the magnificent of batik” menunjukkan bahwa dari setiap motif batik terbaca konsep positif pelestarian lingkungan, alam, dan budaya yang dipegang teguh oleh masyarakat yang dapat menjadi penanda local genus-nya.
Jika generasi menyelami secara lebih mendalam tentang nilai-nilai filosofis dari kesenian batik, barangkali warisan budaya bangsa ini akan semakin menjadi primadona dalam setiap penampilan busana untuk sesi pemotretan maupun modeling. Apalagi, batik bisa menjadi representasi derajat kemanusiaan yang begitu mulia dihadapan Tuhan dan sesama manusia. Sebuah nilai filosofis yang sangat tinggi untuk menjungjung tinggi semangat solidaritas kemanusiaan yang terbingkai dalam kesenian batik sehingga dapat kita rasakan dan tertanam dalam batin atau jiwa.
Kesenian batik beserta keunikan ornamentalnya semakin menumbuhkan semangat totalitas dalam jiwa dan raga manusia, apalagi kalau batik dijadikan pelecut dan pengikat kebersamaan agar dapat seragam dan sesuai dengan nalar-nalar imajinasi yang tertuang dalam dimensi kesalehan sosial umat manusia. Sebagai generasi muda, kita memang dituntut untuk menampilkan ornamentasi batik dalam satu parade dan pameran yang bertemakan khusus tentang revitalisasi batik sebagai aset dan karya menomental anak bangsa. Tidak heran bila refleksi kritis dari analisa tentang batik tertata rapi dalam bingkai keunikan dibalik keindahan yang tertancap dalam dinamika hiasan atau bahan yang digunakan. Secara de facto, batik bukan sekedar hiasan tubuh atau penyelaras keindahan bentuk fisik manusia, melainkan sebagai konstruksi sosial yang mengandung nilai-nilai kearifan sebagai karya intelektual yang patut diapresiasi.

Batik dan Pengakuan sebagai Warisan Budaya
Sebagai generasi muda, kita patut bangga dengan pengukuhan batik yang ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia pada tanggal 2 Oktober 2009. Pengukuhan ini tentu saja menjadi angin segar dan kabar baik tentang sebuah karya seni dan budaya yang mewujud batik sehingga berhasil merebut perhatian dunia.
Batik telah menjadi bagian penting dari sebuah karya yang dikukuhkan dan diakui sebagai warisan budaya dunia, karena segala hal yang melekat pada batik merupakan ajaran tingkat tinggi tentang romantisme keindahan yang dianugerahkan oleh Sang Maha Indah. Di momen Sumpah Pemuda ini, sepatutnya menjadi kesempatan emas untuk mendorong generasi penerus bangsa untuk terlibat aktif dalam pelestarian batik yang menjadi nilai esensial dalam manifestasi kesenian dan kebudayaan Indonesia.
Batik adalah sebuah karya seni tingkat tinggi yang patut ditularkan kepada generasi muda sebagai pemegang estafet kepemimpinan bangsa. Apalagi batik telah dianggap memiliki nilai-nilai filosofis yang terbingkai dalam budaya intangible sehingga harus dapat terbaca pada aspek budaya tangible. Meski demikian, budaya tangible seharusnya menjadi titik tolak pemikiran kita dalam melestarikan dan mengembangkan karya seni asli Indonesia.
Banyak kalangan yang mengatakan, bahwa batik dianggap sebagai ikon budaya bangsa yang memiliki keunikan tersendiri, yang memiliki simbol, memiliki filosofi yang mendalam, yang mencakup siklus kehidupan manusia yang diajukan oleh Indonesia sebagai warisan budaya tak benda dari kemanusiaan. Itulah keunikan luar biasa yang dimiliki batik Indonesia, berkat kualitas dan kedahsyatan hiasan, batik menjadi warisan budaya yang diakui dunia internasional. Sangat wajar, bila batik niscaya tetap dipertahankan di tengah gempuran modernitas dan globalitas yang cukup mengkungkung.
Dalam kesenian batik, terkandung nilai-nilai kemanusiaan, sosial, pemikiran, dan warisan budaya yang begitu menggelora. Dalam bingkai kearifan lokal, batik telah menjadi ikon dan warisan budaya yang begitu mengagumkan dan memberikan rasa kepercayaan diri terhadap terbentuknya peradaban yang lebih gemilang. Pada akhirnya pun, kesenian batik menjadi warisan budaya dunia yang diakui oleh UNESCO sebagai lembaga PBB yang memiliki wewenang untuk memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap kesenian dan warisan budaya bangsa Indonesia. 
Generasi muda sekarang seharusnya bertindak nyata dalam pelestarian salah satu karya seni anak bangsa. Apalagi, dunia mengakui batik sebagai produk budaya Indonesia. UNESCO mengukuhkan batik ke dalam daftar representatif budaya tak benda warisan manusia atau Representative List of Intangible Cultural Heritage. Pengukuhan ini jelas menjadi kebanggaan tersendiri buat bangsa kita setelah melalui berbagai macam cara, negeri jiran, Malaysia, berupaya mengklaim sebagai produk budaya mereka.
Batik telah menjadi sebuah kebanggaan tersendiri, karena warisan budaya yang sangat berharga ini bisa diakui oleh dunia internasional sebagai hak dan milik Indonesia. Untuk itu, klaim terhadap batik pada perkembangan selanjutnya telah diatur oleh UNESCO sebagai lembaga yang berhak memberikan pengakuan terhadap beberapa warisan budaya leluhur kita. Kendati demikian, kita tidak boleh merasa puas diri pasca-pengukuhan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 2 Oktober 2009 itu.
Kita tidak hanya berhenti pada kepuasan dan kebanggan akan warisan budaya yang diakui, tetapi harus dilakukan wujud nyata dalam upaya mempertahankan batik itu sendiri. Batik tidak hanya sekedar dilestarikan, melainkan yang terpenting adalah perlu terus ditumbuhkembangkan sesuai dengan tuntutan masa depan dan perkembangan dinamika zaman. Dengan kata lain, batik tak hanya sebatas produk warisan budaya semata, lebih daripada itu ia harus mampu beradaptasi sesuai dengan gerak dan dinamika masyarakat pemakainya. (Kompas, 4 Oktober 2009).
Mimpi kita untuk mendapatkan pengakuan dari UNESCO memang sudah menjadi kenyataan. Namun, mimpi yang menjadi kenyataan itu harus dipahami sebagai titik awal dalam pengembangan nilai-nilai budaya, wujud kecermalangan akal budi dan pikiran masyarakat Indonesia. Artinya, pengakuan ini jangan sampai disalahgunakan untuk kepentingan golongan tertentu dan harus tetap dijaga sebagai sebuah momentum membangkitkan peradaban Nusantara yang kita cintai.
Kearifan lokal dalam bingkai batik harus menjadi bagian dari upaya untuk melanjutkan pembangunan sebagai pilar kemajuan bangsa di era globalisasi. Maka dengan pengakuan ini, warisan budaya nasional bisa tetap dijaga dan dipertahankan agar berkembang pesat di lingkungan masyarakat. Peristiwa ini menjadi semakin penting, tatkala bangsa kita digonjang-ganjing oleh klaim negara lain akan beberapa hasil budaya yang kita yakini sebagai milik kita.
Ada beberapa makna yang dapat diperoleh dari pengakuan badan dunia ini bagi bangsa Indonesia. Pertama, pengakuan dunia akan eksistensi Indonesia sebagai sebuah bangsa yang memiliki buah budi dan pikiran yang cemerlang. Kedua, pengakuan ini secara sosial-psikologis membangkitkan jiwa nasionalisme bangsa. Pengakuan ini diharapkan menjadi faktor penguat bagi masyarakat untuk mencintai dan mengapresiasi nilai-nilai budaya lokal dan nasional, termasuk batik sebagai wujud budaya yang nyata. Ketiga, pengakuan sebagai awal kebangkitan budaya dan kearifan lokal. Dalam rangka membangkitkan nilai-nilai kearifan lokal, maka kita perlu menyeleraskan kecintaan kita kepada warisan budaya nasional tanpa harus acuh tak acuh terhadap keberadaannya.
Sebagai generasi muda, kita harus berani mengatakan kalau warisan kesenian batik adalah momentum kebangkitan budaya nasional guna mencapai kemajuan peradaban yang gemilang. Pada saat yang sama, kita juga bisa mengambil pelajaran dari momen pengakuan UNESCO akan warisan budaya batik Indonesia, yakni dengan memberikan perhatian dan kesempatan yang luas bagi pengembangan hasil kebudayaan dan kearifan lokal secara holistik (Kompas, 9 Oktober 2009).

Keunikan Motif Batik Pamekasan (Madura)
Setelah saya menjelaskan tentang pengetahuan tentang kesenian batik dari sisi nilai filosofisnya, barulah pada bagian ini saya akan mencoba menampilkan keunikan motif batik Madura secara umum dan batik Pamekasan secara khsusus. Hal ini menjadi penting, karena menampilkan keunikan motif batik adalah salah satu untuk menarik minat masyarakat untuk membeli dan menjadi bagian dari pelestarian kesenian batik sebagai warisan budaya Indonesia.
Meskipun motif batik Pamekasan kalah tenar dibandingkan dengan motif batik Pekalongan maupun Yogyakarta, namun perkembangan kesenian batik di Pamekasan cukup bisa bersaing dengan motif-motif batik dari daerah lain. Motif batik Pamekasan sesungguhnya memiliki motif yang sangat indah dan memberikan daya pikat bagi orang untuk membelinya.
Bila kita mencermati perkembangan batik di Madura, maka kabupaten yang paling berkembang dan bergairah dari sisi industrik batiknya adalah Pamekasan. Saya tidak bermaksud untuk mengabaikan batik yang berasal dari Bangkalan, Sampang, dan Sumenep, namun dari sisi industri, perkembangan batik Pamekasan relatif lebih bergairah. Hal ini yang membuat saya semakin bersemangat untuk menularkan pengetahuan tentang pentingnya generasi muda dalam melestarikan kesenian batik di kota Pamekasan, yang juga merupakan kota kelahiran saya.
Saya termasuk generasi muda yang sangat bangga dengan Pamekasan yang menjadi kota pendidikan dan telah menjadi simbol Gerbang Salam (Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami. Sebuah sebutan yang menuntut generasi mudanya untuk benar-benar aktif dalam memajukan Pamekasan sebagai kota yang sangat peduli dengan pendidikan dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dalam praktik kehidupan.
Sisi lain yang membuat saya semakin cinta dengan Pamekasan adalah karena karena kota ini sudah berani mem-branding-kan dirinya sebagai kota batik. Sebuah brand yang tidak hanya berani membanggakan diri, namun juga butuh bukti nyata untuk memasyarakatkan kesenian batik kepada semua kalangan, terutama kalangan generasi muda. Memang harus diakui belum bisa selevel atau sebandingkan dengan perkembangan industri batik di Solo, Pekalongan, atau pun Yogya, namun saya berpikir, para pelaku industri di Pamekasan sudah memiliki arah yang sama dalam rangka memperkenalkan batik asli Madura secara lebih luas.
Semakin bergairahnya industri batik di Pamekasan tentu saja menjadi momen penting bagi pengenalan lebih keunikan motif batik Madura secara umum. Dari sejarah sudah bisa kita lihat bahwa batik merupakan bagian dari budaya masyarakat Pamekasan. Apalagi didukung dengan pencanangan Pamekasan sebagai kota batik yang semakin memberikan positive branding bagi keberlangsungan home industry di kalangan masyarakat. 
Peresmian Pamekasan sebagai kota batik sesungguhnya bukanlah sesuatu yang berlebihan. Ini karena, sejak dulu kala Pamekasan dikenal memiliki banyak pengrajin dan pengusaha batik yang bermukim dan mengembangkan usaha batiknya di wilayah tersebut. Sampai saat ini pun, Pamekasan dikenal sebagai salah satu sentra industri kerajiban Batik di pulau Madura. Tradisi mengenai kain batik yang tertanam cukup kuat di kalangan masyarakat Pamekasan, telah membuat budaya membatik dan memakai kain batik terpelihara dengan baik di kalangan mereka.
Kesenian batik Pamekasan, misalnya, memang menampilkan motif yang berbeda dari motif batik di daerah lain. Saya ingin mengatakan bahwa batik Madura (Pamekasan) lebih menarik dan indah dibandingkan dengan batik daerah lain. Saya mengatakan ini bukan karena saya berdarah Pamekasan, tapi mungkin karena saya mewakili selera muda yang lebih menyukai warna cerah. Kalau dicermati, batik Madura berani bermain dengan warna, baik kuning, merah, hijau, dan lain sebagainya. Desa Klampar, Kecamatan Propo, merupakan sentral perkampungan batik sejak dulu kala.
Intinya, keunikan batik Pamekasan memang terletak pada warnanya, yang sebagian besar berwarna merah terang dalam mootif bunga atau daun. Warna klasik ini tentu saja menjadi tren warna batik tulis Klampar, Pamekasan, yang sangat melegenda. Kegiatan membatik merupakan pemandangan yang unik dan menjadi daya pikat dari desa ini. Tidak heran bila pemerintah Daerah Kabupaten Pamekasan menetapkan desa Klampar sebagai kampung wisata batik di Madura.
Keunikan batik Pamekasan semakin memberikan daya tarik bagi masyarakat untuk membeli dan ikut serta dalam melestarikan kekayaan budaya bangsa itu. Buktinya, keterampilan membatik di lingkungan komunitas pembatik, diwariskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Generasi muda mengikuti orangtuanya untuk belajar membatik sampai kemudian mencapai tingkat keterampilan yang tinggi. Sejalan dengan proses alih keterampilan tersebut, maka motif-motif batik berkembang sesuai dengan tempat atau lokasinya.

Peran Generasi Muda dalam Melestarikan Kesenian Batik Pamekasan
Kekayaan budaya bangsa tidak akan bisa lestari tanpa campur tangan generasi muda sebagai pemegang estafet kepemimpinan nasional. Begitu pula dengan pelestarian kesenian batik yang menjadi kekayaan monomental bagi perjalanan bangsa dalam menghadapi persaingan dengan negara-negara maju lainnya. Melalui kesenian batik, Indonesia sudah dikenal sebagai negara dengan kekayaan budaya yang sangat melimpah.
Peran dan keterlibatan generasi muda dalam pelestarian kesenian batik di Pamekasan memang tidak bisa diabaikan, karena generasi inilah yang akan meneruskan terpeliharanya kekayaan budaya bangsa ini. Sudah selayaknya generasi muda Pamekasan untuk terus berusaha dalam melestarikan peninggalan sejarah nenek moyang yang telah ditinggalkan dalam bentuk kesenian dan kebudayaan. Sebagai generasi penerus, sudah seharusnya generasi muda menggali potensi dirinya dan berusaha ikut serta dalam mengembangkan kebudayaan daerah yang sebagian besar telah tergeser oleh nilai budaya asing yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur budaya bangsa.
Generasi muda sebisa mungkin harus terlibat dalam pelestarian kesenian batik, karena ia adalah aset bangsa yang akan meneruskan eksistensi kebudayaan daerah. Kecintaan generasi muda pada kearifan lokal (batik) tidak boleh pudar oleh gempuran modernitas yang memengaruhi pola pikir dan gaya hidup anak-anak sekarang. Generasi muda harus berusaha secara bersama-sama dalam membentuk kelompok pecinta kebudayaan daerah dan bekerjasama dengan pemerintah untuk mempromosikan khazanah kebudayaan lokal tersebut.
Dalam tataran konseptual, usaha-usaha menggali dan merefleksikan nilai-nilai atau karakter budaya batik dan budaya lokal lainnya harus tetap digalakkan. Ketika kita hendak mengapresiasi atau merefleksikan makna yang tersirat dalam batik, maka kandungan filosofis-sosiologis yang tertancam dalam bingkai batik perlu digali kembali secara kritis-analitis. Hal ini dimaksudkan agar makna dari aneka simbol yang dimiliki oleh budaya Indonesia dapat dipahami dan dijelaskan secara memadai.
Sementara dalam tataran praktis, kegiatan-kegiatan yang terarah pada produksi karya-karya yang berkaitan dengan budaya batik dan budaya lokal lainnya pun harus tetap didukung. Industri-industri kecil dan menengah yang berpotensi menghasilkan aneka karya seni dengan nilai budaya yang tinggi, patut didukung secara maksimal. Ini berarti, usaha-usaha kecil dan menengah patut diberdayakan secara ekonomis, sekaligus memberi ruang yang lebih luas pada pengembangan kreativitas dan kemajemukan hasil karya budaya Indonesia. Kemandirian lokal, seperti kesenian batik bisa menjadi instrumen penting untu tetap survive di tengah persaingan hidup yang semakin kompleks.[4]
Harapan generasi muda Pamekasan untuk turut serta dalam pelestarian batik adalah dengan cara memberikan pengetahuan secara mendalam tentang perkembangan yang ada di Indonesia, terutama mengenai motif-motif batik Pamekasan yang dianggap sudah mampu berbicara banyak di level nasional dan internasional. Selain itu pula, perlu diajarkan cara membatik yang baik bagi generasi muda untuk menguasai jenis dan motif batik yang menarik untuk perkembangan batik Pamekasan.
Demi melestarikan kesenian batik di Pamekasan, generasi muda harus ditempa sejak dini untuk belajar secara bertahap bagaimana cara membatik yang baik sehingga menghasilkan lukisan batik yang indah dan menarik. Cara ini merupakan langkah yang sangat efektif untuk menularkan keterampilan membatik kepada anak-anak muda yang cinta akan kesenian dan kebudayaan daerah. Jika generasi muda dilatih secara konsisten bagaimana membatik yang baik, saya sangat yakin kalau batik Pamekasan akan semakin berkibar dan berkembang pesat dibandingkan dengan batik di daerah lain.
Generasi muda Pamekasan juga perlu ikut terlibat dalam mempromosikan batik melalui berbagai ajang lomba fashion atau pemilihan duta batik yang sering diadakan oleh pemerintah. Promosi batik melalui ajang lomba atau pemilihan duta batik bisa menjadi instrumen penting untuk memperkenalkan keunikan motif batik Pamekasan kepada daerah lain yang turut serta dalam acara tersebut. Hal ini bisa semakin memperkuat image yang positif bagi pakaian batik yang tidak lagi dianggap sebagai pakaian kuno. Jadi, setiap generasi muda harus bangga ikut terlibat dalam mempromosikan keindahan batik Pamekasan melalui fashion yang sangat menarik.
Peran pemerintah menjadi penting untuk melestarikan kesenian batik sampai ke generasi muda agar mencintai kekayaan budaya lokal yang berkembang di masyarakat. Salah satu bukti peran pemerintah dalam memasyarakatkan batik sehingga menjadi bagian penting dalam kehidupan warga Pamekasan adalah dengan bersama-sama masyarakat memantapkan diri menyatakan Pamekasan sebagai pusat batik di Jawa Timur. Berkenaan dengan ini, Gubernur Jawa Timur dalam acara Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong tingkat provinsi pada tanggal 24 Juni 2009, mendeklarasikan Pamekasan sebagai “kota batik”. Sebuah kebanggan tersendiri bagi Pamekasan karena diresmikan sebagai kota batik di Jawa Timur. Deklarasi tersebut dikemas dengan sebuah acara yang sangat spektakuler dengan judul “Seribu Perempuan Membatik”, yang pada gilirannya menghasilkan karya batik tulis terpanjang di dunia sehingga dicatat sebagai rekor muri.
Cara yang cukup efektif untuk membangkitkan pelestarian dan mentradisikan pemakain batik, kantor-kantor di lingkungan pemerintah diwajibkan untuk memakai seragam batik pada hari-hari tertentu. Demikian pula dengan anak-anak sekolah yang diwajibkan untuk memakai seragam batik pada setiap hari Jum’at dan Sabtu. Cara yang dilakukan pemerintah untuk memasyarakatkan batik bagi semua kalangan di wilayah Pamekasan memang bisa dianggap efektif demi menjaga kekayaan budaya bangsa. Apalagi, setiap tahun dalam rangka Hari Jadi Pemekasan, ditetapkan Pekan Budaya Madura, yang mewajibkan seluruh instansi untuk memakai batik Madura dan mempergunakan bahasa Madura dalam kegiatan keseharian.



[1] James Lull, Media, Communication, Culture, A Global Approach, (England: Blackwell Publisher, 1995), hlm. 234.
[2] Fred Wibowo, Kebudayaan Menggugat: Menuntut Perubahan atas Sikap, Perilaku, serta Sistem yang tidak Berkebudayaan, (Yogyakarta: PINUS, 2007), hlm. 25
[3] Ibid., hlm. 89.
[4] A. Mappadjantji Amin, Kemandirian Lokal: Konsepsi Pembangunan, Organisasi, dan Pendidikan Perspektif Sains, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2005), hlm. 24.

Rabu, 18 Mei 2016

sholeh bagas

Kenalan Sama Internet, Orang ini Makin dibanjiri Rejeki

Ilustrasi penjualan onlìne (foto: www.maxmanroe.com)
Infomadura-Pamekasan, Ardiansyah salah satu pedagang barang bekas diantaanya Hp, Laptop, Sepeda Motor dan lain-lain mengaku rejekinya bertambah lancar setelah dirinya menggunakan internet sebagai media dagang. Melalui Akun Facebook, BBM, Watshap ia sering ketemu bahkan jodoh sama pembeli maupun penjual terutama di grup Facebook yang ia miliki. 

"Saya memang sudah lama dagang barang second mas, cuma setelah saya mengenal internet dan menggunakannya sebagai media dagang alhamdulillah makin lancar aja, dan kerjaan saya pun makin gampang dan enteng" ungkap ardiansyah kepada infomadura.com saat ditemui dikediamannya rabu, 18/05/2016.

Makin enteng kerjaan tapi malah makin besar pendapatan, itulah yang dirasakan pria 26 tahun itu, Kenapa tidak? Pertemuan antara pembeli dan penjual seringkali terjadi di dunia maya dan waktunyapun tidak terikat,  hanya saja saat transaksi sudah sepakat maka tinggal ngaturwaktu untuk bertemu sama si jodoh transaksi itu. Beda halnya dengan perdagangan yang ia rasakan sebelum mengenal internet, dulu ia kebingungan mempertemukan antara penjual dan pembeli lantran sedikit kenalan, maka sekarang hanya cukup berteman di akun jejaringan sisial yang ia gunakan untuk media dagang contoh BBM, Facebook, Watshap dan lain-lain.

"Yang sering jodoh antara penjual atau pembeli itu di Facebook, karena di sana ada beberapa grup yang isinya orang-orang yang ingin menjual barangnya atau membeli barang second, jadi enak kalau sudah ada keinginan yang sama, cocok harga dan barang langsung jadi deh" imbuhnya. (sb)

Minggu, 08 Mei 2016

sholeh bagas

CANTIK TEMBAK (Canting Batik Tembak)

Canting tradisional Indonesia dan  penggunaan canting tradisional. (foto: id.wikipedia.org & Farienb@tik.jpeg)

Disusun oleh: Farinatuz Zainah
A.                Konsep pembuatan cantik tembak.
a.         canting batik tradisional.
a)    Pengertian  Canting batik tradisional.
Canting (dari bahasa Jawa, canthing, IPA:tʃanʈiŋ) adalah alat yang dipakai untuk memindahkan atau mengambil cairan yang khas digunakan untuk membuat batik tulis, kerajinan khas Indonesia. Canting tradisional untuk membatik adalah alat kecil yang terbuat dari tembaga dan bambu sebagai pegangannya.
b)      Kegunaan canting batik tradisional.
Kegunaan Canting dipakai untuk menuliskan pola batik dengan cairan malam. Canting pada umumnya terbuat dari bahan tembaga dengan gagang bambu, namun saat ini canting untuk membatik mulai digantikan dengan teflon.
c)      Desain
Sebuah canting terdiri dari:
  1. Nyamplung: tempat tampungan cairan malam, terbuat dari tembaga.
  2. Cucuk: tergabung dengan nyamplung, adalah tempat keluarnya cairan malam panas saat menulis batik.
  3. Gagang: pegangan canting, umumnya terbuat dari bambu atau kayu.
Ukuran canting dapat bermacam-macam sesuai besar kecilnya lukisan batik yang akan dibuat. Saat digunakan, pengrajin memegang canting seperti menggunakan pena, mengisi nyamplung dengan malam cair dari wajan tempat memanaskan malam tersebut. Pengrajin kemudian meniup cairan malam panas dalam nyamplung untuk menurunkan suhunya sedikit, kemudian melukiskan malam yang keluar dari cucuk tersebut di atas gambar motif batik yang sebelumnya telah dilukis dengan pensil. (sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Cantingbatik).

b.    Cantik tembak
a). Pengertian Cantik tembak
Cantik tembak cantik tembak adalah sebuah alat hasil inovasi dari canting tradisional yang dirancang sedemikian rupa mengikuti konsep pembuatan lem tembak yang digunakan sebagai alat pengganti canting batik dengan fungsi ganda sebagai tempat mencairkan malam.
b). Kegunaan cantik tembak
Kegunaan cantik tembak dipakai untuk menuliskan pola batik dengan cairan malam dengan cara yang lebih mudah seperti metode penggunaan lem tembak.
c). Desain cantik tembak
Sebuah cantik tembak  juga sama2 terdiri dari alat-alat yang ada pada lem tebak. Yang membedakannya hanya pada saat di gunakan lem yang biasa di cairkan di lem tembak di gantikan dengan malam yang masih padat untuk di panaskan kemudian akan dijadikan malam cair.
c.         Tujuan pembuatan cantik tembak
Tujuan utama dari pembuatan alat cantik tembak ini adalah bisa mengembangkan budaya lokal di pamekasan berupa batik. Dengan cara meningkatkan produksi batik yang ada di pamekasan dengan alat yang mudah digunakan dalam proses produksinya. Di samping itu ada tujuan lain dari pembuatan cantik tembak ini, sebagai berikut:
Ø  Mengetahui salah satu cara pemuda melestarikan budaya lokal
Ø  Mengetahui apa itu cantik tembak
Ø  Mengetahui keebihan-kelebihan cantik tebak
Ø  Mengetahui kekurangan  cantik tembak
B.                 Kelebihan cantik tembak
Kelebihan cantik tembak ini di antaranya sebagai berikut:
a.     Mengembangkan budaya lokal di pemekasan berupa batik
Dengan masuknya pengaruh budaya asing ke negara kita berupa sikap, perilaku dan cara berpakain maka akan sangat mempengaruhi budaya lokal kita berupa batik. Tetapi, dengan adanya cantik tembak ini akan lebih meminimalisir terjadinya perubahan cara berpakaian kita karena meningkatnya produksi batik lokal kita yang semakin beraneka ragam dan terdapat banyak pilihan yang lebih modern dari sebelumnya.
b.    Hemat waktu dan tenaga
Para pengrajin batik tidak perlu lagi bersusah-payah membuat api di tungku sebagai alat pemanas wajan yang terisi malan karena dalam pemanfaatannya menggunakan energi listrik untuk memanaskan malan. Karena hal itulah waktu pengrajin batik tidak akan banyak tersita sekedar membuat api dii tungku.
c.     Menciptakan   lapangan kerja
Canting tembak ini tentunya akan mengundang minat seseorang. Mulai orang yang tidak tau, tidak suka, dan tidak punya penghasilan sampai yang hanya sekedar di jadikan media pengisi waktu senggang. Hal ini juga bisa berfungsi sebagai kegiatan yang positif yang bisa sangat menghasilkan tambahan uang belanja bagi kebanyakan ibu-ibu rumah tangga.
d.    Memperkecil resiko kecelakaan dalam membuat batik
Melihat pada kehidupan nyata, sering kali kita temui anak-anak bahkan orang dewasa yang menderita luka bakar karena kecelakaan yang terjadi disaat proses pembuatan batik. Yang banyak disebabkan karena alat yang digunakan disaat membatik masih tradisional.  Bisa dibandingkan sebuah tungku dengan api yang digunakan sebagai alat pemanas wajan untuk mencairkan malan dengan cantik tembak yang sudah diinofasi menggunakan listrik sebagai media pemanas malan. Disaat itu pula, sangat mempengaruhi dalam kegiatan meminimalisir kecelakaan dalam bekerja.
e.     Menimbulkan rasa percaya diri dan bangga dengan budaya lokal
Membuat kerajinan batik  menggunakan cantik tembak ini bisa dilakukan oleh siapa saja. Dengan kesan kemudahan dan modernnya kita tidak lagi harus malu untuk membuat batik. Cantik tembak ini, menghilangkan kesan jadul karena juga dapat mengganti tungku dengan energi listrik. Kemudian batik yang kita produksi sendiri akan memberikan  kesan tersendiri disaat kita memakainya dan merupakan kebanggaan tersendiri saat kita perlihatkan hasil dari produksi kita sendiri. Karenanya, akan timbul rasa bangga dan percaya diri dengan budaya lokal kita berupa batik. 
f.     Sebagai salah satu media pembelajaran untuk membentuk  pendidikan yang juga bisa menghasilkan peluang kerja bagi muridnya.
Saat ini, sekolah adalah tempat  membosankan bagi sebagian orang yang hanya sekedar mengisi waktu tanpa benar-benar belajar. Namun disamping itu, terkadang metode pembelajaran yang sama sekali tidak menarik juga bisa memicu perasaan jenuh para siswa. Sebab sekolah yang selama ini kita jalani masih tidak menampakkan  hasil yang berarti. Artinya, sekolah kita sekarang ini kebanyakan hanya sebatas mengisi waktu dengan membahas materi yang sebenarnya tidak begitu bisa kita gunakan dalam kehidupan nyata. Karenanya, disela-sela proses pembelajaran yang sering membuat kita bosan membatik dengan alat cantik tembak ini bisa menjadi salah satu solusi untuk bisa memciptakan pendidikan yang sangat menarik. Karena  dengan ini, kita bisa melakukan hal yang menyenangkan dalam sekolah. Kita bisa dengan bebas membuat karya sesuai keinginan kita. Dan tentunya, hal ini juga bisa dijadikan sebagai kegiatan untuk membuat peluang kerja bagi siswa di dalam sekolah.  

C.    Kekurangan cantik tembak
Kekurangan cantik tembak ini sebagai berikut:
a)    Biaya lebih mahal
Jika canting batik yang sering kita temui di pasaran dalam menggunakannya membutuhkan tungku  dan wajan sebagai alat untuk memanaskan malan. Akan tetapi, cantik tembak ini menggunakan listrik sebagai penggantinya. Jika tungku hanya membutuhkan kayu dan korek api untuk membuat api dan bisa kita dapatkan dengan mudah, cantik tembak ini menggunakan listrik yang tentunya kita beli dari PLN. Karenanya, cantik tembak ini membutuhkan biaya yang lebih besar di bandingkan dengan canting batik tradisional.